Suasana perumahan di Bekasi (foto oleh Hana Mufidah).
Suasana perumahan di Bekasi (foto oleh Hana Mufidah).


Jika kamu sekali mendengar kata Kota Bekasi, pastilah yang terlintas adalah panas. Itu memang benar, tetapi Bekasi sama seperti kota-kota lainnya yang bisa hujan dan sering kebanjiran. 

Terlebih lagi jika sudah memasuki bulan musim hujan, setiap malam Bekasi selalu diguyur hujan membuat tidur semakin nyenyak dan lelap.

Di kota ini banyak sekali gedung-gedung yang menjulang tinggi. Hampir sama suasananya seperti Ibukota. Di setiap sudut kota terdapat mall yang setiap hari rehat selalu ramai. Tidak mengherankan jika dinamakan kota metropolitan.

Dengan dijuluki kota metropolitan, tentu saja tidak jauh dari situasi macet. Kota yang dapat ditempuh hanya satu setengah jam dari Ibukota ini membuatnya berada di posisi yang strategis sehingga banyak pendatang yang tinggal di Bekasi namun bekerja di Jakarta dan sekitarnya seperti Bogor, Depok, dan Tangerang. 

Pagi sampai sore transportasi umum dan jalan raya selalu dipenuhi oleh pekerja, pelajar dan juga mahasiswa yang berangkat hingga kembali pulang ke rumahnya yang nyaman.

Di Bekasi cukup mudah untuk mengakses transportasi umum. Mulai dari KRL, Transjakarta, ojek online hingga angkot merah yang merupakan andalannya. Meski sering mengetem, angkot merah ini dapat membawamu hingga ke ujung Bekasi.

Tetapi jangan salah, meskipun terdapat banyak mall dan gedung tinggi, Bekasi masih terdapat persawahan dan taman kota yang asri dengan pepohonan lebat. 

Jika kamu pergi ke alun-alun Kota Bekasi, terdapat banyak pepohonan rindang yang setiap sore akan dirasakan tiupan angin yang memanjakan sambil menikmati makanan pinggir jalan alun-alun dan duduk di lesehan. Di alun-alun Bekasi terdapat monument tugu Kali Bekasi.

Lokasi-lokasi tersebut tidak jauh dari Stadion Patriot Candrabaga yang jika menyusuri sepanjang jalan, dari sana kamu akan menemukan Islamic Center Bekasi, Mall Metropolitan hingga Mall Grand Galaxy. Jalan setapak di Stadion Patriot ketika malam juga terlihat indah dengan lampu jalannya dan trotoar yang bersih serta pepohonan nan hijau.

Apabila membicarakan soal makanan khas Kota Bekasi, sebenarnya tidak jauh berbeda seperti Jakarta karena budaya betawi yang masuk ke Bekasi. 

Gabus pucung, hidangan mirip rawon yang kuahnya hitam pekat dengan ikan gabus, rasanya yang segar dan gurih cocok sekali disantap dengan nasi panas. 

Ada pula kue akar kelapa, cemilan renyah terbuat dari tepung ketan dengan rasa manis sekaligus gurih berbentuk akar kelapa yang biasanya memiliki banyak variasi rasa seperti wijen dan stroberi.

Tidak ada yang lebih terkenal dari Bekasi selain mall-mallnya yang mewah. Mungkin karena masyarakat Bekasi yang mayoritas konsumtif, sehingga lebih memilih menghabiskan waktu di perkotaan dan mall. Namun selain hal itu karena spot-spot liburan yang bertemakan alam di Bekasi masih belum terawat dengan baik.