Tidak ada satu pun orang Indonesia yang tidak mengenal nama B.J. Habibie. Sebagai seseorang yang memiliki pengaruh yang besar bagi Indonesia, karena kecintaan dan semangatnya terhadap tanah air. Masyarakat sangat mengenal kecerdasan dan kejeniusannya untuk dapat membuat pesawat terbang, yang merupakan hal yang menarik dari dirinya.
Habibie belajar Teknik Mesin di Institut Teknologi Bandung (ITB) karena kecintaannya terhadap ilmu pengetahuan, terutama fisika, dan melanjutkan ke Jerman di Rhenisch Wesfalische Tehnische Hochscule (RWTH) pada tahun 1955.
Pada dasarnya Habibie tidak belajar di luar negeri dengan beasiswa, tetapi dibiayai oleh ibunya dan dari penghasilan yang ia peroleh sendiri. Orang tuanya mengatakan bahwa Habibie tidak boleh dibiayai oleh orang lain meskipun dia bukan orang kaya. Habibie mencari uang sendiri untuk membiayai hidup bersama istri dan hidup bersama istri dan untuk kuliah.
Habibie adalah Bapak Teknologi untuk industri kedirgantaraan nasional. Habibie ditunjuk oleh Presiden ke-2 Suharto sebagai Direktur Utama PT Industri Pesawat Terbang Nurtanio. Perusahaan ini, yang telah berganti nama menjadi Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN), berhasil melakukan uji coba penerbangan pesawat N250.
Mantan Presiden ke-3 Indonesia ini baru saja mengadakan pertemuan untuk membahas kelanjutan proyek pesawat R80 yang akan dibuat bersama rekan-rekannya.
Komisaris PT RAI (Region Aviation Industry), Ilham Habibie, mengatakan bahwa dirinya sangat positif terhadap proyek yang akan direncanakan pada tahun 2017 dengan memberdayakan puluhan tenaga ahli.
Begitu juga dengan politisi Akbar Tandjung yang melihat Habibie sebagai sosok yang memiliki komitmen kuat untuk membangun bangsa.
"Seorang mantan presiden yang memiliki komitmen yang sangat kuat untuk memajukan Indonesia," kata Akbar.
Namun, bahan baku pembuatan pesawat terbang masih terbatas karena hanya bisa diperoleh di luar negeri. Dan pembahasan proyek ini masih akan terus berlanjut hingga tahun 2025.
