Indonesia kembali disengitkan dalam pelaksanaan pemilihan umum calon presiden RI 2024 yang tinggal menghitung beberapa bulan lagi. Publik sudah mulai menebak-nebak siapa yang akan digadang-gadang mencalonkan diri sebagai Presiden RI 2024. Dan beberapa komunitas dan parpol juga sudah mulai mengkampanyekan jagoannya.
Menjadi calon presiden harus memiliki kriteria yang disukai oleh masyarakat. Entah itu disukai dan dikenal dari kepribadian, karisma, kepintaran, kecerdasan, pintar berbicara ataupun suka merakyat.
Masing-masing warga Indonesia memiliki kriterianya tersendiri dan tidak bisa dipaksakan. Namun sesungguhnya apakah salah satu kriteria yang lebih menonjol bisa dijadikan acuan bahwa mereka akan baik dan bertanggung jawab dalam memimpin negara kelak?
Jika dilihat dari karakter masyarakat Indonesia, mayoritas orang-orang suka dengan pemimpin yang merakyat, apa adanya dan sederhana.
Masyarakat senang jika pejabat tinggi apalagi presiden melakukan blusukan ke rumah-rumah warga dan menyapa warga dengan ramah.
Namun hanya dengan sering blusukan dan menyapa warga saja tidak cukup untuk dikatakan sebagai presiden, semua orang bisa melakukan hal tersebut.
Visi dan misi yang jelas dan bukan hanya omongan harus dibuktikan ketika masa jabatan berjalan. Cara berpikir dalam menentukan pilihan harus perlu ditonjolkan.
Siapapun yang akan dipilih, pastikan kita teredukasi terlebih dulu mengenai politik dan mengetahui siapa yang dipilih.

