Nuryani saat menikah (Foto: arsip keluarga)
Nuryani, 56 tahun, meninggal dunia pada tanggal 13 November 2008 di Rumah Sakit Budhi Asih, Cawang karena penyakit diabetes yang dideritanya sejak tahun 1998. Beliau dimakamkan di Taman Pemakaman Umum Cipinang, Jakarta.
Nuryani lahir pada tanggal 25 April 1952 di Jakarta dan tinggal di Kebon Nanas, Jakarta Timur. Beliau menikah dengan Suryanto pada tahun 1970 dan dikaruniai 6 orang anak, 1 orang putri dan 5 orang putra. Nuryani hanyalah seorang lulusan SD Muhammadiyah yang gemar memasak. Ia adalah seorang pedagang kuliner, kue-kue, dan makanan khas Jawa. Beberapa masakan yang sering ia buat adalah gudeg krecek, buntil, rendang, semur jengkol, bubur banten, kue sarang semut, kue tape, dan nasi kebuli kambing. Sejak dulu, Nuryani memang senang memasak. Nuryani belajar memasak secara otodidak atau otodidak karena memang hobinya. Karier kulinernya sejak kecil sering dibantu oleh anak-anaknya.
Ia suka memanjakan cucunya dengan membuatkan mereka masakan dan kue. Ia dikenal oleh orang-orang di sekitarnya sebagai seorang pekerja keras, suka membantu kebutuhan orang lain, dan suka memberikan masakannya kepada orang lain.
Sudah 14 tahun berlalu sejak kepergiannya. Keluarga dan kerabat selalu merindukannya dan terkadang saat berkumpul dengan keluarga, kami menceritakan kisah-kisah tentang masa lalunya untuk mengenang.
