Judul : Tomtom, Si Mata Ajaib
Penulis : Kiki Kristiani
Penyunting : Pradikha Bestari
Penerbit : Penerbit Kiddo Gramedia
Tahun terbit : Oktober 2013
Ringkasan Isi : Buku ini menceritakan Tessa sebagai gadis kelas 3 SD yang memelihara anak kucing tanpa induk karena ditinggal mati. Anak kucing tersebut digambarkan memiliki bulu berwarna putih dan bermata odd eye biru dan kuning.
Awalnya, ibu dari kucing tersebut sering berkeliaran di sekitar rumah Tessa, sampai beberapa kali juga buang kotoran di pot tanaman koleksi ayah Tessa. Sering berbuat gaduh, kucing tersebut tidak jarang diusir oleh ayahnya. Hingga suatu ketika, sudah seminggu kucing tersebut tidak terlihat batang hidungnya.
Pagi itu ayah Tessa sedang menyapu halaman, lalu terdengarlah meongan kucing. Saat dihampiri, ternyata ayah Tessa menemukan induk kucing yang sudah terkapar. Di sampingnya terdapat kucing putih yang lebih kecil. Ia pikir itu adalah anaknya. Singkat cerita, anak kucing tersebut pun dibawa ke rumah dan berakhir untuk dipelihara.
Tessa merasa iba untuk anak kucing tersebut, meminta izin untuk memeliharanya, membuktikan kepada keluarganya bahwa ia bisa mengurus si kucing. Pada akhirnya, melihat kegigihan Tessa yang sangat ingin memeliharanya, keluarganya mengizinkan Tessa. Kucing itu diberi nama Tomtom.
Buku ini dominan menceritakan keseharian Tessa mengurus Tomtom dengan dibumbui kelucuan-kelucuan tingkahnya hingga kesedihan Tessa akibat Tomtom mati karena keracunan.
Komentar Isi Buku : Buku ini menurut saya sesuai untuk dibaca oleh anak-anak. Karena saya sendiri membacanya ketika masih bersekolah dasar. Bahasanya sangat mudah dipahami, mudah diimajinasikan setiap latar dan alurnya.
Penggunaan bahasanya juga menggunakan kalimat sehari-hari, jadi tidak begitu baku. Selain bahasa, yang menarik juga karena setiap halamannya disisipkan berbagai macam ilustrasi yang menggambarkan konteks alur cerita yang sedang terjadi. Ilustrasinya pun penuh jenaka dan imajinasi yang tidak benar-benar terjadi dunia nyata.
Buku ini juga aman dari kalimat yang mengandung SARA, pornografi dan kata-kata kasar sehingga sangat cocok untuk dibaca anak-anak.
Selain menyuguhkan cerita, pada buku ini juga disisipkan berbagai tips-tips untuk merawat kucing. Sehingga anak-anak yang membaca selain mendapat hiburan, juga mendapat pengetahuan mengenai perawatan kucing.
