Pada 10 Oktober 2023, dilaksanakan kuliah umum bagi program studi Penerbitan (Jurnalistik). Kuliah umum tersebut diadakan di lantai 3 tepatnya auditorium perpustakaan PNJ. Dengan pembicara Irfan Effendi, M.I.Kom dari SCTV dan Komario Bahar dari Insert Live yang juga merupakan alumni Politeknik Negeri Jakarta.
Pada sesi pertama, Irfan Effendi yang merupakan ahli dalam bidang kameramen memberikan materi mengenai jurnalis. Ia juga sedikit menceritakan pengalamannya selama berada di dunia jurnalistik sejak tahun 1996 di Liputan6 SCTV.
Menurutnya, jurnalistik masa dulu dengan masa sekarang sudah jauh berbeda. Dahulu berita hanya apa adanya, jika ada hal yang salah, mereka harus mempertanggungjawabkannya terlebih jika berita televisi. Sedangkan masa kini, berita sudah bisa diperbarui lewat gawai. Jika ada hal keliru, bisa segera dibenarkan.
Sebagai cameramen, ia sangat sering untuk meliput di lokasi-lokasi kejadian. Jika meliput tentang hukum, ia akan meliput di Mahkamah Agung. Jika meliput mengenai kriminal, ia akan berada di polres.
Ia menyatakan jika wartawan merupakan pekerjaan yang mulia. Wartawan dapat bertemu dengan berbagai kalangan mulai dari kalangan bawah (pengemis), hingga kalangan atas (pejabat). Bedanya dengan media viral, jurnalistik ada KEJ yang membuat pekerjaan ini merupakan pekerjaan yang mulia. Karena harus objektif, seperti tagline Liputan6, “aktual, tajam, dan terpercaya.”
Jurnalistik merupakan pekerjaan yang sifatnya umum. Semua bidang pekerjaan dan pengetahuan diperlukan. Karena dari sanalah berita didapatkan. Semua profesi bisa menjadi wartawan, dengan syarat mematuhi kode etik dan UU pers.
Berita merupakan pesan yang disampaikan lewat media massa. Informasi yang disebarkan haruslah informasi yang valid, menarik, dan penting. Semua sumber berita perlu di-check and recheck.
Berita harus berputar dengan cepat. Dari pengalaman Irfan, jika seorang wartawan ditugaskan meliput berita untuk acara berita sore, maka dari pagi hingga siang ia akan mencari sumber berita. Dan pada hari itu juga editing dan penyiaran beritanya.
Informasi baru atau informasi mengenai sesuatu yang sedang terjadi, disajikan lewat bentuk cetak, siaran, Internet, atau dari mulut ke mulut kepada orang ketiga atau orang banyak. Laporan tercepat dari suatu peristiwa atau kejadian yang faktual, penting, dan menarik bagi sebagian pembaca, serta menyangkut kepentingan mereka.
Secara harfiah, jurnalistik (journalistic) artinya kewartawanan atau kepenulisan. Kata dasarnya “jurnal” (journal), artinya laporan atau catatan, atau “jour” dalam bahasa Perancis yang berarti “hari” (day). Asal muasalnya dari bahasa Yunani kuno, “du jour” yang berarti hari, yakni kejadian hari ini yang diberitakan dalam lembaran tercetak.
Tiga hal yang penting dalam dunia jurnalistik yaitu proses dalam pembuatannya, bagaimana teknik yang digunakan dan ilmu bahwa jurnalistik mengadopsi seluruh ilmu karena penting untuk setiap kanalnya.
Produk jurnalistik dapat diakses melalui 5 jenis media yaitu,
1. Koran
2. Televisi
3. Radio
4. Majalah
5. Online
1. Kebenaran: Jurnalis harus selalu sadar akan tanggung jawab mereka untuk menulis kebenaran, tanggung jawab utama jurnalis adalah untuk mengatakan kebenaran tentang semua masalah, dan jurnalis bertanggung jawab kepada masyarakat umum, bukan perusahaan.
2. Verifikasi: Memeriksa keakuratan data dan informasi sebelum digunakan. Fakta adalah dasar jurnalisme, jadi jurnalis tidak boleh mengaburkan kebenaran dengan memalsukan fakta atau menerbitkan pernyataan yang salah atau statistik yang tidak akurat.
3. Kebebasan: Wartawan mengemban tugas yang bebas sebagai pemantau terhadap kekuasaan.
4. Independence: Jurnalis harus bekerja untuk kepentingan umum, bukan untuk kepentingan segelintir orang. Jurnalis wajib menjaga independensi dengan sumber berita.
Pada sesi kedua, Komaria Bahar dari Insert Live memaparkan materinya mengenai SEO atau Search Engine Optimization. Ia mengatakan bahwa SEO dan kegiatan jurnalistik sangat berkaitan terlebih dalam pemberitaan online.
Ia juga sempat bercerita akan hari-harinya dahulu berkuliah dan magang. Ia berkuliah di PNJ pada tahun 2006 hingga 2009 di Jurusan Penerbitan. Lalu ia magang di detik.com pada tahun 2009 sebagai wartawan kemudian bekerja tetap di detiknews dan detikhot hingga saat ini bekerja sebagai Executive dan Managing Editor di Insert Live.
Ia mengungkapkan jika SEO gratis, namun pekerjaan atau effort-nya tidak. Meskipun tidak dibayar dengan uang, tetapi setidaknya membutuhkan waktu dan tenaga.
Dalam artikel SEO, dibolehkan beberapa kata dengan gaya selingkung (bukan berdasar KBBI), bukan berarti sengaja salah, tapi untuk optimasi artikel evergreen atau timeless bekerja lebih optimal. Contoh paling populer adalah Sholat di mana jika merujuk KBBI kata yang benar adalah “salat”.
Cara agar users bisa masuk dalam Google Search adalah dengan:
1. Organic listing - untuk konten evergreen
2. Top stories - untuk breaking news
3. Featured snippets - untuk query definisi
4. Google News - untuk berita dengan feed khusus
5. Google Discover - untuk topik-topik yang sesuai interest.
Untuk mengoptimalkan Google Discover adalah dengan membuat konten yang trending dan berpotensi viral, membuat judul yang menarik namun bukan clickbait, dan membuat viral artikel dengan menyebar konten ke semua sosial media. (Hana Mufidah)