Bekasi – Annisa Nurbaiti, menjadi seorang Ketua BPKK (Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga) DPC PKS Bekasi Utara sejak 2019 hingga sekarang. Berawal menjadi seorang pendidik anak-anak yang berasal dari keluarga tidak mampu, Annisa merasa terdorong untuk ikut andil dalam mengentaskan pendidikan.

Annisa ditunjuk secara aklamasi sebagai ketua BPKK karena memiliki keluarga yang relatif aman. “Dalam hal ini, sudah tegak ketahanan keluarganya,” jelasnya. “Artinya keluarga saya jauh dari masalah. Sehingga, ketika diberi amanat ini, tentu harus diawali dari keluarga saya sendiri,” lanjutnya.

Ia mengungkapkan, menjadi ketua BPKK bukanlah sebuah kebanggaan, tetapi sebuah tanggung jawab. Annisa merasa perlu menularkan usaha yang ia lakukan dalam membangun keluarganya bersama suami dan anak-anaknya kepada keluarga lainnya menuju keluarga kokoh yang menjadi batu bata pembangunan peradaban bangsa. “Nah, itu sebuah tanggung jawab yang mudah-mudahan bisa saya emban sehubungan dengan tugas saya sebagai ketua BPKK,” ujar wanita dengan empat anak itu.

Annisa sendiri merasakan tantangan ketika menjadi ketua BPKK dengan terus mendapat kesempatan belajar mengenai bagaimana menggali potensi perempuan untuk lebih maju dan membantu sesama perempuan untuk mengatasi keadaan agar para perempuan dapat lebih baik.

“Motivasi kami yaitu menjadi bagian dari solusi permasalahan masyarakat terutama bagi kaum perempuan dan anak,” tuturnya. “Sehingga dampak-dampak tersebut bisa diminimalisir sehingga problem sosial masyarakat di Kota Bekasi bisa diminimalisir,” lanjutnya.

RKI (Rumah Keluarga Indonesia), sebagai program yang diadakan BPKK, hadir untuk memfasilitasi perempuan dengan pemberdayaan, edukasi, advokasi, dan seputar permasalahannya. “Ketika perempuan ingin maju, RKI bisa menjadi wadahnya. Karena kami menganggap, jangan sampai proses pembangunan ini menyebabkan perempuan tertinggal atau bahkan menjadi faktor yang dirugikan,” tutur Annisa.

Mulai dari kekerasan rumah tangga, perceraian, perselingkuhan, hak waris, pergaulan bebas yang dialami anak, bullying, hingga kekerasan seksual, dengan konsultan-konsultan yang berpengalaman dan dibimbing oleh psikolog profesional, RKI terbuka untuk siapa pun yang membutuhkan. “Beranilah berbicara dengan niat mencari solusi agar kehidupan perempuan lebih baik,” pesannya kepada mereka yang masih takut ataupun ragu berbagi keresahannya dengan RKI. (Hana Mufidah)